Jumat, 18 April 2014

Nama saya Darryl.Saya akan berbagi tentang KISAH MURID YESUS.
Murid Yesus berjumlah 12 rasul.1 diantara mereka ada yang berkhianat.Kita mulai dari murid Yesus yang pertama,yaitu:



1.SIMON PETRUS
Simon Petrus nama aslinya adalah Simon. Kata Petrus ditambahkan kemudian oleh Tuhan Yesus. Kata Petrus adalah terjemahan Yunani dari kata Kefa - bahasa Aram- yang artinya batu padas, batu karang. Simon Petrus dilahirkan di Betasaida, Yohanes 1:44, Ayahnya bernama Yona atau Yunus / Yohanes, Matius 16:17, Yohanes 1:42, 21:15. Saudara kandungnya adalah Andreas. Matatius 10 : 2. Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes termasuk murid yang "terdekat" dengan Tuhan Yesus, Markus 5 : 37, 9:2, 14 :33.
Mungkin sekali Simon Petrus pindah dan tinggal serta bekerja sebagai nelayan di Kapernaum. Di tempat ini, Simon Petrus dan Andreas, berjumpa dengan Yesus, Markus 1:29; Lukas 4:38.
Simon Petrus adalah murid Tuhan Yesus yang paling banyak mengungkapkan dirinya dari pada murid-murid lain. Simon Petrus memiliki sifat alamiah yang amat menarik - ditambah anugerah rohani dan pendidikan yang ia terima dari Tuhan Yesus - membuat banyak orang terpikat. Dalam berbicara dan bertindak, Simon Petrus melakukan dengan satu cara yang khusus mengungkapkan sifatnya. Ia tidak pernah meniru gaya dan kepribadian orang lain. Keaslian yang dimilikinya merupakan salah satu modal dalam kepemimpinannya yang sejati. Ia adalah seorang yang tidak berpikir dalam-dalam, berhati ramah, suka menurut kata hati dan bertindak cepat, yang dikuasai oleh dorongan pada saat itu juga.
Hal-hal tersebut dapat dilihat dalam Alkitab, antara lain:
                    Mencoba berjalan di atas air dan kemudian ragu-ragu  untuk mendapati Tuhan Yesus
                    Ingin mendirikan tiga kemah di atas Gunung waktu Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung- agar         Yesus, Musa,           Elia dan dirinya tinggal di tempat itu.
                    Tidak mau membiarkan Tuhan Yesus membasuh kakinya
)                  Menyombongkan kesetiaannya
 B          berani membela Tuhan Yesus dengan padang, dan memotong salah satu prajurit -bernama                   Malkhus- yang        menangkap Tuhan Yesus di Getsemani
f)                Mengabaikan Yohanes yang ragu-ragu, dan dengan berani masuk ke dalam kuburan Yesus
)              Ketika mengetahui Tuhan Yesus berdiri dipantai, ia menggenakan pakaiannya, lalu terjun ke danau       dan berenang ke tepi -karena tidak sabar menunggu perahu yang sarat dengan ikan- untuk                 bertemu Yesus.

Setelah kebangkitan Yesus, Ia(Yesus) menyatakan Diri-Nya secara khusus kepada Petrus. Di samping itu, Tuhan Yesus membutuhkan waktu tersendiri memulihkan simon Petrus. Pemulihan ini perlu karena Simon Petrus pernah menyangkal Tuhan Yesus, Yoh 21:15-19. Pemulihan tersebut nyata dalam Surat 1 dan Petrus.
Perubahan besar dalam diri Simon Petrus terjadi ketika Pentakosta. Ia berdiri mewakili para murid dan berkhotbah kepada orang-orang di Yerusalem, Kisah Para Rasul 2:14-40. Petrus sering dianggap sebagai pemimpin dalam kelompok Rasul karena kedekatannya dalam memperhatikan kebutuhan Yesus. Hal ini juga karena Petrus menjadi pilihan Yesus untuk menjadi dasar gereja-Nya.
Pada perkembangan kemudian, Simon Petrus menjadi salah satu pemimpin Gereja Mula-mula. Dalam kurun waktu yang cukup lama, Ia berperan penting dalam perkembangan dan  pertumbuhan Jemaat atau Gereja Mula-mula. Sejarah dan juga tradisi Gereja menunjukkan bahwa Simon Petrus melakukan pelayanan sampai masa tuanya sampai akhir hayatnya di Roma.

Petrus di salib dengan kepala di bawah. “Satu-satunya kisah yang dimiliki tentang kemartiran  Petrus berasal dari penulis Kristen awal, Hegesippus. Kisahnya mencakup penampakan Kristus yang ajaib. Ketika Petrus sudah tua (Yohanes 21:18), Nero merencanakan untuk menghukum mati Petrus. Ketika murid-rnurid mendengarnya, mereka memohon kepada Petrus untuk melarikan diri dari kota itu [yang diyakini Roma] dan ia melakukannya. Namun, ketika ia sampai di pintu gerbang kota, ia melihat Kristus yang berjalan ke arahnya. Petrus menjatuhkan diri bertelut dan berkata, “Tuhan, Engkau mau pergi ke mana?” Kristus menjawab, “Saya datang untuk disalibkan lagi.” Melaluinya, Petrus tahu ini waktu untuk menderita dan mati bagi Yesus dan memuliakan Allah (Yohanes 21:19). Jadi, ia kembali ke kota. Setelah ditangkap dan dibawa ke tempat kemartiran. Menurut St. Jerome, ia meminta agar disalibkan dengan posisi terbalik karena ia memandang dirinya tidak layak untuk disalibkan dalam posisi yang sama dengan Tuhannya.
Di kota itu Roma ia menjadi Martir, dengan cara disalibkan kepala ke bawah oleh Kaisar Nero, antara thn 64 - 67 M
     sumber:http://gksbsjambi.blogspot.com/.
2. Andreas

Dalam bahasa Yunani, Andreas artinya si pria. Saudara kandungnya adalah Simon Petrus. Mereka berasal dari Betasida, Yohanes 1 :44. Sebelum menjadi murid Tuhan Yesus, Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis, Yohanes 1:40. Andreas dan Simon Petrus termasuk murid-murid pertama yang dipanggil oleh Tuhan Yesus, Markus 1:16-18; Kis 1:13.
Andreas pertama kali dikenal sebagai murid Yohanes Pembaptis. Hal ini menunjukkan bahwa ia sangat memperhatikan nilai-nilai rohani. Ia menanggapi apa yang diajarkan oleh Yohanes Pembaptis tentang pertobatan, Kerajaan Allah dan Penghakiman terakhir. Para Sinoptis - Matius, Markus, Lukas - tidak menceritakan pertemuan pertama antara Andreas dan Tuhan Yesus. Akan tetapi, Yohanes menghargai hal tersebut sebagai suatu kenangan yang paling kudus.
Alkitab menunjukkan bahwa, ketika Yohanes Pembaptis menunjuk bahwa Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menanggung dosa manusia, Andreas dan Yohanes berpaling untuk mengikut Dia. Pertemuan Andreas dengan Tuhan Yesus begitu penting sehingga ia selalu memberitahukan kepada orang lain, tentang siapa Yesus, dan membawanya kepada Dia. Membawa saudaranya sendiri Simon Petrus, kepada Tuhan Yesus. " Andreas mula-mula bertemu Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, " Kami telah menemukan Mesias, artinya Kristus ". Ia membawanya kepada Yesus, Yohanes 1:41 " Membawa orang-orang Yunani yang menanyakan siapa Yesus kepada Tuhan Yesus, Markus 13:3 Membawa seorang anak laki-laki yang mempunyai roti jelai dan ikan kepada Tuhan Yesus, sehingga Ia dapat memberi makan 5000 orang lebih, Yoh 6:8-9

Andreas bukan saja pengikut Kristus yang pertama, ia juga pekerja Kristen yang pertama, dialah yang pertama-tama membawa orang lain kepada Tuhan Yesus. Adreaslah yang menyampaikan kepada orang lain mengenai Kristus, dan kemudian membawanya kepada-Nya, bandingkan . Yohanes 1 : 42, 12:21, 22 . Sejarah dan juga tradisi Gereja mula mula mencatat bahwa, Andreas memberitakan Injil sampai di Rusia Selatan dan Semenanjung Balkan. Andreas mati dengan cara disalibkan di Akhaya - Patras - Yunani. Andreas juga dihubungkan dengan Kitab Apokrifa : Acta Andreas.
Andreas mati di salib seperti Petrus, tetapi dengan salib berbentuk X.   Dia memberitakan Injil kepada banyak bangsa Asia dan menjadi martir di Edessa dengan disalibkan pada kayu salib berbentuk X, yang kemudian dikenal sebagai Salib Santo Andreas. Sebelum meninggal, ia di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti YESUS”. Bahkan pada saat ia disiksapun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkhotbah sambil dihukum cambuk.
    sumber:http://gksbsjambi.blogspot.com/.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar